Tampilkan postingan dengan label Sosial Kemasyarakatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Kemasyarakatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Juni 2010

Jamaah Korban Tol Berburu Keadilan
 
Proses mediasi pembebasan tanah untuk proyek pembangunan tol Mojokerto-Kertosono tidak berhasil mempertemukan kesepakatan. Polemik antara Jama’ah Korban Tol dan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) akhirnya berlanjut ke persidangan.
“Karena mediasi tidak menghasilkan perkembangan serta atas permintaan dari pihak penggugat maka mediasi ditetapkan untuk dihentikan” kata Sarwedi, Ketua Pengadilan Negeri Jombang, Rabu (9/6).
Kalimat tersebut sekaligus menandai berakhirnya proses mediasi atas polemik yang terjadi antara Jama’ah Korban Tol dan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) dalam proses pembebasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan trans java. Dalam kelanjutannya, sidang disepakati akan diadakan dua minggu kemudian, yakni Rabu (23/6) mendatang.
Mediasi adalah tahapan untuk mendamaikan pihak yang berseteru dengan jangka waktu maksimal yang disediakan selama empat puluh hari. Sebelumnya, Jama’ah Korban Tol yang diwakili kuasa hukumya,

Jumat, 28 Mei 2010

Negara Kesatuan Republik Amnesia


Oleh : Vincent Hakim R
Seorang siswa SMA bertanya pada saya dalam sebuah diskusi kelas tentang jurnalistik. Tanyanya, “Pak, kenapa ya, bangsa ini cepat sekali lupa dan melupakan banyak peristiwa yang seharusnya penting sekali diingat dan kemudian dipelajari agar yang buruk tidak selalu terulang lagi. Sementara segala yang baik bisa dimanfaatkan.” Pertanyaan itu spontan mengagetkan saya. Karena apa yang ditanyakan itu sebenarnya inti dari banyak persoalan di negeri ini. Saya pun selalu dibayang-bayangi pertanyaan serupa. Mengapa para pejabat yang mulanya berjanji ini itu ketika berkampanye, ternyata ketika sudah di atas angin mendadak menjadi ‘lupa’. Alias tak bernyali lagi.
Ketika itu saya tidak menjawab pertanyaan, tapi hanya berkomentar: “Memang benar. Itulah yang kini terjadi di negeri ini”

Sabtu, 22 Mei 2010

Negara Kesatuan Republik Amnesia

Seorang siswa SMA bertanya pada saya dalam sebuah diskusi kelas tentang jurnalistik. Tanyanya, “Pak, kenapa ya, bangsa ini cepat sekali lupa dan melupakan banyak peristiwa yang seharusnya penting sekali diingat dan kemudian dipelajari agar yang buruk tidak selalu terulang lagi. Sementara segala yang baik bisa dimanfaatkan.” Pertanyaan itu spontan mengagetkan saya. Karena apa yang ditanyakan itu sebenarnya inti dari banyak persoalan di negeri ini. Saya pun selalu dibayang-bayangi pertanyaan serupa. Mengapa para pejabat yang mulanya berjanji ini itu ketika berkampanye, ternyata ketika sudah di atas angin mendadak menjadi ‘lupa’. Alias tak bernyali lagi.