Jumat, 28 Mei 2010

Bahan pembuatan pestisida alami :
1.Bawang putih 3 biji yang sudah dikupas kulitnya
2. Segenggam cabai merah
Alat yang digunakan :
1. Panci
2.1/4 sabun
Cara pembuatan :

Campur 3 biji bawang yang sudah dikupas dengan segenggam cabai  dan rebus dalam sepanci air.Tambahkan 1/4 sabun aduk rata kemudian biarkan selama sehari. Saring cairan tersebut dan gunakan 2 cangkir larutan tersebut untuk satu kali penyemprotan.
* Bawang putih merupakan insektisida, fungisida dan penolak hama. Sabun akan membantu penyemprotan  untuk melekat pada tanaman dan serangga. Gunakan larutan ini untuk aphid(kutu daun), ulat bulu dan ngengat.
* Bawang putih dan cabai secara alami akan menolak banyak serangga. Tanamlah disekitar pohon buah dan lahan sayur untuk membantu mengurangi masalah-masalah serangga.
* Bawang putih dapat digunakan secara terpisah sebagai bahan pestisida.

"SEMOGA BERMANFAAT"
Oleh : Noor Chasanah/contributor website dk-insufa sektor Keadilan Gender
Kemiskinan menjadi faktor perempuan menjadi pembantu rumah tangga (PRT). Ironisya, sebagian besar perempuan yang menjadi PRT menerima upah dibawah kelayakan meski harus bekerja selama 24 jam dalam sehari.

Sebagian besar perempuan di Indonesia mengalami banyak hambatan untuk memperoleh kehidupan yang sejahtera. Perempuan yang berasal dari keluarga miskin mengalami kesulitan lebih besar dari pada perempuan yang berasal dari keluarga kaya dalam mengelola usaha. Pada sisi memenuhi persyaratan lowongan pekerjaan, perempuan dari keluarga miskin juga relatif sulit memenuhi.

Beberapa kendala yang menghambat perempuan memperoleh kesejahteraan meliputi, Pertama, minimnya keahlian dan rendahnya tingkat pendidikan perempuan. Di beberapa daerah pelosok, perempuan masih mendapat perlakuan diskriminatif dalam

Negara Kesatuan Republik Amnesia


Oleh : Vincent Hakim R
Seorang siswa SMA bertanya pada saya dalam sebuah diskusi kelas tentang jurnalistik. Tanyanya, “Pak, kenapa ya, bangsa ini cepat sekali lupa dan melupakan banyak peristiwa yang seharusnya penting sekali diingat dan kemudian dipelajari agar yang buruk tidak selalu terulang lagi. Sementara segala yang baik bisa dimanfaatkan.” Pertanyaan itu spontan mengagetkan saya. Karena apa yang ditanyakan itu sebenarnya inti dari banyak persoalan di negeri ini. Saya pun selalu dibayang-bayangi pertanyaan serupa. Mengapa para pejabat yang mulanya berjanji ini itu ketika berkampanye, ternyata ketika sudah di atas angin mendadak menjadi ‘lupa’. Alias tak bernyali lagi.
Ketika itu saya tidak menjawab pertanyaan, tapi hanya berkomentar: “Memang benar. Itulah yang kini terjadi di negeri ini”

Minggu, 23 Mei 2010

VHRmedia, Magelang - Markas Kepolisian Resor Magelang diancam bom, siang tadi. Seseorang yang mengaku anggota Al-Qaedah, menghubungi nomor Sentra Pelayanan Masyarakat dan mengatakan akan meledakkan markas polisi tersebut.
Menurut sumber yang menolak disebutkan namanya, ancaman itu disampaikan pukul 10.41 dan diterima petugas piket, Brigadir Satu Pol Hermansyah. Kepada petugas, penelepon mengaku telah memerintahkan anak buahnya memasang bom di Mapolres Magelang.
“Saya itu jaringan Al-Qaedah. Anggota kelompok saya sudah menaruh bom di lingkungan Polres Magelang, karena saya ndak seneng dengan kinerja kepolisian,” kata si penelepon, seperti ditirukan sumber kepolisian.

Gurita Yang Harus Di lawan Komitmen

Susno Duadji akhirnya ditahan Kepolisian. Peniup peluit kasus mafia pajak yang diduga melibatkan aparat pegawai pajak, kepolisian, kejaksaan dan hakim ini disangka menerima suap terkait kasus mafia hukum dalam penanganan kasus penangkaran ikan arwana PT Salmah Arwana Lestari di Rumbai, Riau.
Terlepas dari benar tidaknya sangkaan kepada Susno Duadji yang membuatnya harus 'menginap' pada sebuah tempat yang disiapkan penyidik, ada fakta yang tidak dapat lagi kita bantah. Mafia hukum telah merasuki sendi-sendi bangsa ini.
Sebelumnya, jauh sebelum kasus mafia pajak yang melahirkan aktor Gayus P Tambunan, serta kasus mafia hukum yang diduga melibatkan sejumlah petinggi Polri dan Kejaksaan Agung, muncul istilah mafia kasus. Markus (makelar kasus) begitu nyaring terdengar pada kuartal akhir tahun 2009. Istilah markus muncul kala terbongkarnya skenario pelemahan terhadap institusi KPK.

Gus Dur di Titik Nadir


Julukan paling tepat bagi Gus Dur sekarang adalah the rapidly Shrinking president, presiden yang mengerdil dengan cepat. Betapa tidak. Saat terpilih delapan bulan silam, ia dianggap sebagai produk sebuah kompromi nasional, yang karenanya diharapkan dapat menciptakan ruang-ruang politik yang lebih luas untuk membawa negeri kita keluar dari kemelut. Dengan Megawati sebagai wakil dan dengan basis legitimasi yang kuat, ia dianggap memiliki kesempatan besar untuk mulai menancapkan dengan kukuh pilar pilar demokrasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjamin stabilitas sosial.
Di luar negeri, Gus Dur dipuja dan seolah dianggap mukjizat demokrasi. Mereka terkagum-kagum, dan dengan antusias berharap Gus Dur akan menjadi contoh pertama seorang pemimpin Islam yang demokratis dan berhasil memerintah negerinya. Harian terpenting di Amerika Serikat The New York Times, bahkan menempatkan posisi Gus Dur di tempat yang lebih penting ketimbang Sri Paus dan Dalai Lama.
Tetapi, apa yang kita lihat sekarang? Bahkan dari kalangan yang mendukungnya pun, seperti Partai Kebangkitan Bangsa dan para aktivis serta intelektual ying berkumpul di Kuta, Bali, beberapa waktu lalu, argumen yang mereka berikan untuk tetap mempertahankan Gus Dur sudah sangat defensif. Mereka tidak lagi berkata bahwa Gus Dur harus dipertahankan karena ia pemimpin yang terbaik, tetapi karena kemungkinan buruk, yaitu konflik konflik keras di kalangan massa yang mungkin akan mengiringi penggantian Gus Dur. Argumen mereka dilandasi oleh ancaman dan kecemasan. Bukan lagi o1eh harapan dan optimisme.

TIPS Menjadi Penyiar Radio

Anda ingin menjadi presenter radio / penyiar radio? Di era keterbukaan sekarang peluang berkarir di radio sangatlah terbuka. Anda bisa memulai di radio lokal yang bila dikembangkan terus skill-nya akan berakhir di Washington atau London. Radio sampai sekarang merupakan medium jurnalistik sangat penting dan belum tergantikan televisi.

Presenter radio diperlukan mengikuti era multimedia sekarang ini. Oleh sebab itu ada beberapa tips yang bisa bermanfaat untuk menjadi presenter radio khususnya presenter bidang news dan current affairs.(dalam acara tertentu)